www.sireza.co.cc

suara hati tiada dusta untuk semua

Arsip untuk ‘Berita’ Kategori

Kunci Jawaban SNMPTN 2008

Ditulis oleh reza di/pada Juli 16, 2008

HARI PERTAMA (KEMAMPUAN DASAR)

Cara membaca kunci jawaban : Dibaca dari kiri ke kanan, didapat dari berbagai sumber.

KODE 201 (KUNCI DIDAPAT DARI NURUL FIKRI) :
01-10 BECC- CDEDD
11-20 DBABB CCDAD
21-30 ACEDE AEBCD
31-40 CBEAD EECBD
41-50 CCBBA BCAEA
51-60 BDECD CADCE
61-70 BCDDD ACABD
71-75 ABCED

.
KODE 211 (KUNCI DIDAPAT DARI NURUL FIKRI) :
01-10 C-CCE BBEDD
11-20 DDABD CCBAD
21-30 AEDEC BEADC
31-40 BCEDA EECDB
41-50 CCBAB CBAEA
51-60 DBCED ACCDE
61-70 BCDDD ACDBA
71-75 ADCEB

.
KODE 301 (YOGYA/MALANG/SURABAYA/MAKASSAR) (KUNCI DIDAPAT DARI NURUL FIKRI) :
01-10 CEBDB BDCEB
11-20 -ECAE ECEEA
21-30 BCDCE BABCB
31-40 AABEE ACBBE
41-50 AAACC EDCBC
51-60 AAEAD BBAAD
61-70 BEACB DEAAE
71-75 BBABD

.

KODE 311 (YOGYA/MALANG/SURABAYA/MAKASSAR) (KUNCI DIDAPAT DARI NURUL FIKRI) :
01-10 EBCBB DCEBD
11-20 EC-EE CAEAB
21-30 EECDC ABBBC
31-40 AAEBA CEBEB
41-50 DAACE CCDCB
51-60 AAAED BBAAD
61-70 BEACB DEAEA
71-75 BABDB

.

KODE 101 (PADANG) (KUNCI DIDAPAT DARI NURUL FIKRI) :
01-10 DCDCB CCCAB
11-20 DBEED ACCBE
21-30 BEECC CBDAE
31-40 EABDA BECAB
41-50 DDEAC ADCDA
51-60 CDAEB ADDED
61-70 ACDAC ADDCB
71-75 EDCBD

.

KODE 111 (PADANG) (KUNCI DIDAPAT DARI NURUL FIKRI) :
01-10 DCCBD CDBAB
11-20 CCEEA CDCEB
21-30 BECCE CDBAE
31-40 EABAB DCEAB
41-50 DDEAC DCADA
51-60 ACDEB DAEDD
61-70 ACDAC ADCBD
71-75 EBDCD

.

.

HARI KEDUA (KEMAMPUAN IPA DAN IPS)

KEMAMPUAN IPA (302/312)

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita | Bertanda: | 2 Komentar »

Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un

Ditulis oleh reza di/pada Juli 12, 2008

Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un. Itulah kata yang terucap saat pertama kali ku membaca SMS yang datang dari teman-temanku.
Sebuah berita duka yang tidak pernah kusangka tiba-tiba datang begitu saja tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
Siapa yang akan mengira, seorang sahabatku di satu jurusan telah meninggal dunia malam tadi (12 Juli 2008).
Sungguh aku merasa shock ketika mangetahui dia telah berpulang ke Allah swt.
Bagaimana tidak, dimalam sebelumnya (11 Juli 2008..) aku baru saja ngeSMS dia untuk bertanya akan biaya SPP dan pengurusan KRS.
Dua sms yang dibalasnya merupakan sms terakhir yang akan selalu kukenang.
Teman…
Semua nasihat yang telah engkau berikan, tentu saja, tidak akan kulupakan begitu saja.
Jujur, memang cukup berat bagiku untuk melepas kepergianmu
Tetapi sepertinya aku merasa mendapat “sesuatu” dari Allah.
Ya, Allah telah menegurku akan sebuah arti kehidupan
Hidup ini hanya sementara, tidak akan ada yang bisa mempredikisi bila ajalkan datang.
Persiapkanlah selalu dirimu untuk menemuiNya, kita tak pernah tau kapan kita akan “dipanggil”.

Ditulis dalam Berita | Bertanda: | 5 Komentar »

Zaskia Adyamecca Merokok!!!??? coba deh, liat sendiri

Ditulis oleh reza di/pada Juni 30, 2008

Zaskia Adyamecca Merokok!

Berita yang cukup hangat dari teman-teman, ternyata cerita Zaskia Adyamecca merokok bukan sekedar omongan belaka.

Tetapi bingung jujur, saya tidak sepenuhnya meyakini 100% berita Zaskia Adyamecca merokok ,

(yaa… maklumlah, sekarang zamankan sudah modern, apa-apa bisa di bo’ongin manipulasi, ya gak?)

semoga ajaaaa beritanya “Zaskia Adyamecca merokok” palsu, sehingga images jilbab tidak menjadi semakin jelek..

yaa.. coba liat sendiri aja ya disini

Ditulis dalam Berita | Bertanda: | 2 Komentar »

Aktivitas Pengembalian Formulir SNMPTN di Panitia Lokal Padang

Ditulis oleh reza di/pada Juni 28, 2008

Aktivitas pembelian dan pengembalian formulir pendaftaran SNMPTN untuk daerah panitia lokal padang dilaksanakan didua universitas negri di padang. Pengambilan formulir untuk kelompok ujian IPA dapat di ambil melalui panitia di Universitas Negri Padang (UNP). Sedangkan untuk kelompok ujian IPS dan IPC pengambilan formulir dilakukan di Universitas Andalas (Unand). Pengambilan formulir SNMPTN dilakukan dengan menyerahkan slip setoran melalui bank Mandiri atau slip bukti transfer uang via ATM. Setelah pengambilan dilakukan, pengembalian formulir tersebut juga dilakukan didua universitas terebut, hanya saja untuk kelompok ujian IPC formulirnya diserahkan di UNP, sedangkan kelompok lainnya dikembalikan sesuai dengan tempat pengambilan formulirsebelumnya.

Pelaksanaan pengembalian formulir SNMPTN ini dilakukan dari tanggal 16-28 Juni 2008.
Aktivitas pengembalian formulir yang terlihat di UNP cukup menarik perhatian saya.

Banyak mahasiswa UNP yang menggelar jasa pengecekan formulir SNMPTN bagi calon peserta ujian yang berdatangan dari berbagai penjuru daerah di Kota Padang, bahkan ada yang dari luar padang. Jasa ini dilakukan dengan memasang stand yang bermodalkan meja, kursi (hanya bagi panitia jasa) dan seperangkat alat tulis yang digunakan pantia.
Stand ini menarik calon peserta ujian SNMPTN karena tulisan / label yang dipasang di stand tersebut memiliki kata-kata yang sangat berpengaruh dan berarti atas formulir SNMPTN yang akan dikembalikan oleh calon peserta. Berbagai macam label yang dipasang: Panduan Pengembalian Formulir SNMPTN 2008 IPA & IPC, Tempat Panduan ABO, Pojok Informasi SNMPTN, Panitia Pengecekan Formulir, dan masih banyak lagi

Jasa yang ditawarkan adalah pemeriksaan formulir yang dibawa CP SNMPTN (calon peserta ujian SNMPTN) apakah masih ada sesuatu yang belum terisi bahkan hanya sekedar melihat-melihat formulir ABO CP dengan gelagat pemeriksaan.
Stand yang dibuka oleh mahasiswa UNP ini berada dibeberapa titik strategis di sekitar GOR : Pintu masuk gerbang GOR UNP, pelataran parkir, dan lain-lain. Semua titik tersebut berada ditempat-tempat CP SNMPTN berdatangan sebelum menuju pintu masuk ruangan GOR untuk mengembalikan formulir.

Keunikan yang saya lihat, “panitia pengecekan” ini tidak hanya diam saat CP SNMPTN berdatangan, tetapi mereka menawarkan jasa secara langsung dengan ilustrasi sebagai berikut.
“(sambil menghampiri CP SNMPTN ) Dek, mau ngembaliin formulir ya?”
“Iya bang”
“Sini dicek dulu, nanti ada yang salah, atau belum diisi.” (sembari memegangi map ber isikan formulir pendaftaran dari CP SNMPTN dan membawanya ke stand mereka).
“Wah.. ini belum terisi, coba di isi dulu (sambil menunjuk bagian yang yang belum terisi)”
“Yang tanda tangan ini juga harus diisi bang?” (menunjuk bagian pernyataan di formulir pendaftaran ujian)
“Ya dek diisi, tadi aja ada yang kena usir karena belum isi”
Padahal bagian yang disuruh isi oleh salah seorang “panitia” ini adalah bagian yang seharusnya di isi didepan panitia pengembalian formulir yang resmi.
Hal ini dapat diketahui pada buku panduan SNMPTN 2008 halaman8 kolom2 baris ke7

Kesalahan ini tentu saja bisa merugikan CP lainnya yang tidak ingat atau tidak tau dengan peraturan yang tertulis dibuku panduan SNM-PTN 2008 ini.
Permasalahan yang saya lihat, setelah panitia pemeriksa ini mengembalikan formulir pendaftaran CP, mereka maminta uang Rp.5000,- sebagai administrasi pemerikasaan.

Beberapa orang CP SNMPTN terkejut atas biaya ini, mereka hanya mengira ini adalah jasa pertolongan dari mahasiswa setempat. Tanpa banyak bicara, CP pun “terpaksa” mengeluarkan uang dari dompetnya. Saya menanyakan alasan kepada salah seorang CP yang “terpaksa” membayar ini. Jawaban yang diberikan hanyalah karena takut sama abang panitia tadi.

Aktivitas lain yang tak kalah hebatnya saat masa pengembalian formulir berlangsung di UNP adalah tarif parkir di areal kampus yang sampai Rp.2000,- /parkir untuk satu sepeda motor. Untuk kendaraan roda empat tarif parkirnya berkisar Rp.2000 – Rp.3000/parkir. Sungguh tarif yang luar biasa untuk standar kota padang. Tarif parkir umum yang biasa ditemui di Kota Padang adalah Rp.500-Rp.1000/parkir untuk roda dua dan Rp.1000-Rp.2000/parkir untuk roda empat.

Sayapun menanyakan aktivitas jasa pengecekan formulir SNMPTN dan biaya parkir ini kepada satpam yang berjaga disekitar areal tersebut. Setelah dikonfirmasi kepada satpam tersebut, beliau mengatakan tidak tau apa-apa mengenai jasa pengecekan dan peraturan biaya parkir ini, satpam hanya ditugaskan untuk mengamankan lokasi dan menyuruh pengendara parkir untuk parkir ditempat yang telah ditentukan agar tidak parkir disembarang tempat, toh akhirnya tukang parkir juga yang mengatur parkir ini. Akhirnya sayapun disuruh bapak satpam tadi menuju POS Keamanan menemui Kasat UNP untuk informasi lebih lanjut. Kasat yang dicaripun tak berada ditempat. Salah seorang satpam yang berjaga di POS tersebut mengatakan
“Sebaiknya adik bertanya ke Waka Satpam sebab pak Kasat sedang keluar, tetapi pak Waka juga sedang pergi.”.
Pertanyaan yang saya ajukan menanyakan kemana keluar dan perginya bapak-bapak itu dijawab oleh petugas penjaga pos dengan nada yang sedikit tidak mengenakkan. “Apak ndak tau do, cubo se adiak caliak baliak, koknyo lah tibo berarti ado tu mah!, tu adiak mamanciang apak namonyo tu!”
(arti: Bapak tidak tau, coba aja adik lihat balik (nanti), kalau sudah tiba berarti ada dia!, Itu adik memancing (emosi) bapak namanya tu!).
Sungguh pernyataan yang emosional tanpa sebab dan sangat rancu, “… Kasat sedang ‘keluar’ (keluar kemana? Keluar kota? Keluar POS?) , tetapi pak Waka juga sedang pergi (pergi kemana? Pergi makan? Pergi mengawas?).” Penulusuran aktivitas jasa dan peraturan parkir ini akhirnya saya tinggalkan di UNP.

Selanjutnya saya bertolak ke Universitas Andalas tempat dimana pengembalian formulir ujian IPS dilakukan.

Tidak banyak yang saya temui, hanya beberapa spanduk yang bertuliskan “Dilingkungan Kampus Unand Tidak Di pungut Biaya Parkir” terpasang dibeberapa titik strategis untuk dilihat oleh orang-orang, khusunya CP SNMPTN

Sungguh berbeda, saya tidak menemui tukang parkir yang mengatur parkiran tersebut, tetapi parkir kendaraan diatur oleh sekelompok satpam yang bertugas.

Panitia pemeriksa formulir SNMPTN pun ternyata juga tidak terlihat disekitar area tersebut, yang ada hanya papan pengumuman sebagai pemandu pengisian formulir pendaftaran untuk keterangan yang belum jelas.

Perbedaan mendasar yang saya temui pada pelaksanaan pengambilan dan pengembalian formulir SNMPTN ditahun 2008 ini, khusunya Panitia Lokal Padang adalah diperbolehkannya para CP SNMPTN untuk menggunakan baju kaos dan sandal (bahkan ada CP SNMPTN memakai sandal jepit yang biasa digunakan ketoilet) saat prosesi pengambilan dan pengembalian formulir. Padahal, tahun sebelumnya ditahun 2007, semua CP harus mengenakan pakaian yang rapi dan bersepatu dengan standar minimal berkemeja, bercelana panjang atau mengenakan rok (khusus wanita) serta memakai sepatu. Ditahun 2007 lalu, jika peraturan pakaian itu dilanggar, maka CP tahun tersebut akan disuruh mencari kemeja, celana panjang, atau sepatu yang tidak dipakainya.

*silahkan dikomentari dan mohon saran dari pembaca untuk tulisan saya ini, maklum, namanya juga tulisan pertama diblog

(sedang belajar euy…)* :)

Ditulis dalam Berita, cerita-cerita | Bertanda: | 5 Komentar »